Jumat, 30 Juni 2017

Tips Untuk Penderita Asam Urat ...

Yuhuuuu ...

Kali ini, saya mau sharing tips untuk penderita Asam Urat. Alhamdulillah, saya sih gak asam urat, tapi ibu saya, suami dan ipar saya, nampaknya punya gejala Asam Urat. Nilai Asam Uratnya antara 7 sampai 9 dan sakit persendiannya sudah mulai agak mengganggu.

Berhubung saya sebisa mungkin menghindari obat kimia, maka rajin-rajinlah saya mencari resep jitu untuk berbagai keluhan. Salah satu yang saya temukan adalah resep menanggulangi Asam Urat ini. Resep ini viral di mana-mana, salah satunya WA. Pertama baca gak terlalu meyakinkan, gak ada sumber jelasnya, tapi penasaran untuk dicoba karena gampang banget. Cuma 3 bulan sekali menggunakan 3 bahan utama. Akhirnya, saya iseng nyobain untuk suami dan ibu saya. Setelah mencoba, suami merasa nyeri sendinya hilang. Sementara ibu saya, setelah 2 hari baru bercerita kalau pagi bangun tidur nyeri sendi jari tangannya hilang. Sebulan setelah minum, ibu saya kebetulan cek lab. Hasil lab Asam Uratnya turun dari 7,9 menjadi 4. Wowww ... Pantesss ... Alhamdulillah ... Mudah, gampang dan cuma 3 bulan sekali pula.

Apa aja bahannya. Silakan disimak ...

Resep Penangkal Asam Urat

BAHAN-BAHAN:

1 buah Nanas (Bisa pakai nanas madu yang lebih kecil, lebih manis dan enak. Dikupas ya hehe ..)
1 buah Lobak putih sekitar 250gr (dikupas juga, tanpa kulit)
3 butir Kemiri (mentah)

Cara membuat:
1. Dijus tanpa air atau diblender dengan sedikit air kira-kira 4 sendok makan (cuma biar larut aja si nanas, lobak dan kemiri)
2. Minum sampai habis minimal 1 gelas. Kalau hasil blendernya lebih ya kasih siapa kek yaaa hehe ...
3. Rasanya lebih segar kalau nanas, lobak dan air dalam keadaan dingin. Nanas dan lobak saya dinginkan di kulkas sebelum dikupas

Resep ini diulang setiap 3 bulan sekali saja.

Gampang kaaannnnnn .... Selamat Mencoba ...

NB: Tulisan ini hanya sekedar sharing pengalaman keluarga saja. Saya bukan dokter, jadi bijaklah menanggapi tulisan saya. Hubungi dokter untuk keterangan lebih lanjut ... Semoga bermanfaat !!

Tips Untuk Pengidap Darah Kental #2 ...

Halo apa kabarrrr ....

Wah sudah 6 tahun lalu sejak saya terakhir sharing tentang darah kental ya. Terima kasih untuk teman-teman yang sudah mengontak saya via email dan WA. Kalian hebat sekali. Ternyata saya memang sudah lama sekali gak update dunia darah kental karena sejak 2007 sudah gak pernah main-main ke hematolog ...

Kali ini saya mau sharing beberapa temuan saya terkait hidup saya sebagai pengidap darah kental. Saya bertemu dengan seorang dokter lulusan Jerman dan sharing tentang darah kental. Dia mengatakan sepertinya kehebohan darah kental cuma santer di Indonesia aja ya, ya mungkin karena risetnya memang dimotori sama Dr. Karmel yang orang Indonesia. Paman seorang teman yang berobat ke Singapore aja, ketika dokter sana tahu dulu si paman dipegang sama dr. Karmel, eh malah disuruh balik lagi ke Karmel jyahhh ...

Nah, hasil sharing dengan si dokter Jerman, darah manusia dari lahir itu akan tetap sama. Jadi, ya sudah kodratnya darah itu akan terus sama sampai saat berpulang nanti. Tiap orang memiliki kekentalan darah yang bisa jadi berbeda makanya kalau tingkat kekentalan darahnya ditemukan lebih kental dari yang lain, itu wajar aja. Okelah, saya terima penjelasan pak dokter, tapi kan bukan berarti efek samping yang kita rasakan sebagai akibat darah kental itu dicuekin kannn ... Kan kita yang merasakan dan tahu ternyata ada efek samping merugikannya seperti keguguran atau potensi stroke dan penyumbatan kalau darah gak dimaintain. Oleh karenanya, ada baiknya kita fokus bagaimana me-maintain darah kita.

Pengamatan saya beberapa tahun terakhir masih sama dengan apa yang saya tuliskan tahun 2011 (lihat tulisan http://sicantikmonik.blogspot.co.id/2011/10/tips-untuk-penderita-darah-kental.html), hanya saja sekarang Aspirin mulai susah dicari. Memang ada Aspilet sebagai gantinya tapi gak semua orang cocok dengan Aspilet, salah satunya ya saya. Aspilet kurang manjur buat badan saya, jangan tanya kenapa, gak paham. Nah, karena satu dan lain hal, saya bertemu dengan sebuah ramuan lokal jadul. Warisan kearifan lokal yang sudah lama ada dan ternyata sangat cocok untuk pengidap darah kental, apalagi buat saya yang memang mengurangi asupan obat kimia sejak lama.

Ramuan ini sebenarnya adalah ramuan yang sering dikonsumsi oleh penderita jantung karena salah satu fungsinya adalah penghilang sumbatan pada kapiler jantung. Yang punya keluarga penderita jantung tersumbat yang mesti di-ring atau bypass pasti tahu ramuan ini. Ramuan ini ampuh menghilangkan sumbatan-sumbatan darah, baik karena lemak, kolesterol atau karena darah mengental. Banyak sekali testimoni yang menyatakan bahwa mereka tidak jadi operasi jantung setelah mengonsumsi ramuan ini selama sebulan. Sumbatan darah perlahan menghilang dan berkurang. Salah satu testimoni datang dari suami saya sendiri. Pada bulan Januari, suami saya didiagnosa memiliki jantung tersumbat sebesar 70% yang artinya bila mencapai 80% maka besar kemungkinan, ia akan mengalami serangan jantung. Alhamdulillah, kami bertemu dengan beberapa teman dan saudara yang kemudian merekomendasi ramuan ini. Suami saya mengonsumsi ramuan ini selama sebulan dan sebulan kemudian kapiler jantungnya dinyatakan bersih dengan sedikit sumbatan yang tidak membahayakan.

Sejak saat itu, setiap hari suami saya mengonsumsi ramuan ini satu sendok makan setiap pagi (saat perut kosong). Saya juga gak mau ketinggalan ikut mengonsumsi ramuan ini tiap pagi dan malam 1 sendok untuk pencegahan. Hasilnya badan lebih hangat dan segar, dan sejak Januari saya tidak pernah merasakan kambuh atau perlu minum Aspirin. Tidak cuma itu, berat badan saya dan suami turun hingga 13kg per Juni 2017. Beberapa teman yang mengontak saya via WA dan email, juga saya sarankan mencoba, hasilnya beberapa melaporkan badannya lebih segar dan enakan setelah mengikuti tips dari saya. Darah kentalnya jarang kambuh. Keluhan-keluhan seperti sakit kepala, telinga berdenging, dll juga jarang dialami sejak minum ramuan ini. Tipsnya tentu saja selain mengonsumi ramuan lokal ini tiap pagi sebelum makan dan minum apa pun, juga menjaga makanan yang tidak mengentalkan darah (lihat tulisan http://sicantikmonik.blogspot.co.id/2011/10/tips-untuk-penderita-darah-kental.html) dan jangan lupa bergerak, jalan kaki atau berjemur terutama untuk menghasilkan keringat dan menghangatkan tubuh. Semua yang saya sarankan di tulisan pertama saya masih tetap penting untuk diikuti.

Nah, kembali ke ramuan lokal tadi. Apa saja sih isinya. Kami menyebutnya Jus Bawang, ada lagi yang menyebutnya Jus Baja, ada lagi yang mengeluarkan dengan Brand "MaduCintaVena" sebagai pencegah serangan jantung atau "JoyJus" yang diklaim artis-artis sebagai ramuan pengurus badan. Isinya sama semua. Nah, kita sebut saja Jus Bawang ya. Jus Bawang ini terdiri dari 5 bahan bermanfaat. Anda bisa gooling manfaat dari tiap-tiap bahan. Bahan-bahan tersebut adalah Bawang Putih Tunggal + Jahe Merah + Lemon + Cuka Apel + Madu Murni. Resepnya bervariatif. Salah satu yang saya dapat adalah resep untuk setahun, jadi yang mau coba bisa membuatnya untuk ukuran seperempat resep dulu supaya tidak terlalu banyak.

Resep Jus Bawang

(Diminum 1 sendok makan setiap pagi saat perut kosong dan atau 1 sendok makan sebelum tidur saat perut kosong 3 jam setelah makan terakhir. Setelah minum ini jangan makan atau minum minimal 15-30 menit sampai menyerap)

BAHAN-BAHAN (1 gelas + 200cc)

1 Gelas Sari/Air Lemon (Jeruk lemon diperas hingga mencapai 1 gelas, kira-kira 8 bh)
1 Gelas Sari/Air Jahe (Jahe atau jahe merah diblender dan disaring airnya sampai mencapai 1 gelas, kira-kira 1/4 kg)
1 Gelas Sari/Air Bawang Putih ( lebih bagus Bawang Putih Tunggal, diblender dan disaring airnya hingga mencapai 1 gelas, kira-kira 1/4kg)
1 Gelas Cuka Apel (Apple Cider/Apple Vinegar banyak di supermarket)

(Sari yang dimaksud artinya tidak ditambahkan air. Tapi kalau ditambahkan air juga tidak apa-apa)

Campur semua Sari atau air tadi (total 4 gelas) lalu didihkan dengan api sangat kecil perlahan-lahan selama kurang lebih setengah jam hingga tinggal kira-kira 3 gelas. Saring ramuan (boleh tidak disaring) dan biarkan dingin. Setelah dingin tambahkan 3 Gelas Madu Alami (Royal Honey atau Madu Murni) sehingga volumenya menjadi total 6 gelas. Aduk rata simpan di botol. Cukup untuk konsumsi 10-12 bulan. 

SARAN: Untuk pertama, buatlah seperempat atau sepertiga resep saja. Tidak perlu langsung membuat untuk konsumsi setahun.

Selamat Mencoba !!!!!

Notes: Saya kadang membeli dari teman saya. Dulu pernah juga konsumsi Madu Cinta Vena tapi dibeli di Jogya (Rosee 0857-5397-9115). Joy Jus para artis itu sekitar 300rb per botol kecil. Saya beli di teman saya 70rb pertoples untuk konsumsi 2 minggu. Tapi yang punya teman saya itu sangat kental karena menggunakan Sari yang tidak dicampur air. Westi bilang gak mau ubah resep soalnya yang manjur yg kental ini. Teman saya ini adalah Dosen Univ. Negeri Jakarta di daerah Rawamangun. Biasanya dia mengantar dengan Gojek ke rumah. Kontak teman saya Westi (WA 0811-1990-666).

NB: Tulisan ini hanyalah sharing saya sebagai pengidap darah kental. Saya bukan dokter, jadi bijaklah menanggapi tulisan saya. Semoga bermanfaat ...

Senin, 20 April 2015

School Freak


Saking pengennya sekolah lagi, 
saya sampai pengen coba trial class drum di sebuah sekolah musik. 
Baru ingat kalau tangan dan kaki sering gak sinkron di usia menjelang 40 ini  ...

Saya memang suka banget sekolah. Waktu SD, di tengah pelajaran, perut saya sakit dan ibu guru menyuruh saya pulang. Saya pulang, dan ketika ibu saya membalurkan Vicks di perut dan sudah terasa agak enakan, saya minta balik lagi ke sekolah. Pernah pula, saya diikutsertakan dalam program cabut gigi bersama di sekolah. Selesai cabut gigi di dokter gigi, saya kembali ke sekolah sementara teman saya yang lain memilih pulang dengan kapas di mulut hahahaha ... Pada saat SD ini pula saya ikut kursus musik dan tari, sayang hanya berhenti di tengah jalan ...

Waktu SMP, saya ikut kelas menari Jawa, padahal saya tergolong tambun untuk mengenakan kemben Jawa, hihihi Masa SMA lebih ajib lagi, saya bersumpah tidak akan kehilangan 1 hari sekolah pun, dan selama 3 tahun berturut-turut saya tidak pernah absen, ijin atau pun sakit, hahahaha ...

Ketika tahu teman-teman saya ternyata sudah mengikuti kursus bahasa LIA yang beken di awal 90an, saya gak mau ketinggalan. Saya masuk LIA dan lulus hingga Advance Class usai. Tak cukup LIA, saya juga lulus dari ILP, hayyaaahh tidak hanya itu, ketika sesama teman kuliah membuka kesempatan kursus Bahasa Jepang Dasar, saya pun ikut serta dan lulus sampai Hiragana dan Katakana Class. Ini juga disertai kursus Bahasa Jepang yang dimentori orang Jepang asli yang juga mahasiswa BIPA UI ... Semua kegiatan itu beriringan dengan kuliah saya di Sosiologi UI. Saking sukanya sekolah, saya baru selesai program sarjana setelah 6,5 tahun, hahahaha ...

Lulus kuliah, hidup saya sungguh membosankan. Saya tak kunjung dapat pekerjaan. Kegiatan sehari-hari saya hanyalah mengajar di almamater saya. Itu pun hanya seminggu sekali atau dua kali. Akhirnya, saya putuskan mengikuti kelas motivasi Asia Works dan lulus dari program Basic, Advance dan Leadership Class, ampuuuunnn ...

Perjalanan sekolah saya sempat vakum cukup lama ketika saya mulai pacaran dan menikah. Beberapa tahun menikah, saya tidak lagi tahan. Saya kembali mengambil kursus Make Up Class di Martha Tilaar dan lulus Basic Make Up Artist dalam waktu 2 minggu. Di sela kegiatan mengajar, saya diterima di program non-degree dan bersiap dikirimkan ke Macau sehingga harus mengikuti kursus Bahasa Portugis. Ternyata, di tengah kursus, saya menerima kabar bahwa saya juga diterima di Pasca Sarjana Komunikasi UI. Dengan bahagia saya memilih menjalani program master saya dan lulus Cum Laude dalam tempo 2 tahun.

Setelah meraih gelar master, saya bekerja tetap sebagai dosen. Dua tahun menjadi dosen, tentu saja saya sangat merindukan sekolah. Tahun 2011, akhirnya saya kembali sekolah dan menjalani program doktoral. Saya meraih gelar doktor saya dalam kurun waktu 2 tahun 10 bulan dan mempersembahkan kembali gelar Cum Laude untuk orangtua saya. Tidak ada yang lebih membanggakan bagi saya, selain melihat ayah ibu saya bangga pada saya.

Saat ini, saya masih "lapar" sekolah dan sedang berpikir mengambil gelar S2 atau S3 atau postdoc kembali .... Semoga Alloh melancarkan niatan saya dengan memudahkan urusan finasial dan sebagainya melalui jalan apa saja hahahaha amiiiinnn ...

Sungguh ... Saya benar-benar cinta sekolah ... Masih kagak percaya ?

:D

Selasa, 16 Juli 2013

Jagoan Neon

Jagoan Neon ...

Sudah beberapa bulan ini saya stres luar biasa gara-gara urusan proposal. Walah, proposal yang isinya cuma latar belakang, teori dan metodologi aja bisa bikin pusing berbulan-bulan. Masih untung gak pendarahan seperti tempo hari ujian kualifikasi, hhhh ....

Saya mengalami braindead, frozen head, writer block atau apalah namanya itu. Gimana mau punya proposal kalau mau nulis apa aja gak tau. Saya menolak menjadi positif, menolak bertemu kawan-kawan, menolak pendekatan ke dosen, menolak diskusi, pokoknya menolak segalanya.Saya berteman dengan negative thinking, berteman dengan kemungkinan mundur kuliah, sepertinya lebih menjanjikan kebebasan ... Yang paling terkena dampak adalah mahasiswa-mahasiswa saya, terkena semprotan setiap saat, hahaha

Tapi, memang, kalau orang bijak bilang semua ada waktunya, ya semua ada waktunya. Saya stres luar biasa, ditambah jadwal deadline yang berubah-ubah gak jelas sampai 4x membuat saya makin drop. Akhirnya, ketika saya sudah menentukan jadwal deadline saya sendiri dan memantapkan hati, tetap saja ide untuk menulis tiada, hhhh ...

Sampai suatu hari, teman yang sudah menemukan kebebasan terlepas dari sidang proposal menelepon dan bla bla bla ... Sudahlah putuskan saja kembali ke ide jaman dahulu yang belum saya selesaikan. Saya seperti tersengat listrik, seperti ada aliran listrik menjalar dalam otak saya,

dan suami saya kemudian bersaksi 
bahwa ia melihat jagoan neon, hahahaha

Jagoan Neon adalah permen anak-anak era '80 - '90an. Jagoan Neon adalah permen sparkling yang berupa butiran, yang bila butir-butir itu diletakkan di lidah, maka kita akan merasa seperti ada sengatan-sengatan listrik muncul di lidah. Nah, itu yang dilihat suami saya ketika saya terima telepon dari sahabat saya itu ...

Selama 4 hari saya mengetik tidak berhenti, membongkar pasang kerangka berpikir. Dan 2 hari sebelum deadline, saya tidak tidur. Saya selalu mengetik hampir 12 jam setiap hari. Tangan saya jarem, keram, kejang, apa pun namanya itu. Ketika hari deadline tiba, suami saya bilang, saya pucat dan seperti zombie (mayat hidup). Mata cekung, muke beler, setun berat, hahahaha dan saya masih berjuang ke Salemba untuk mengumpulkan proposal ... Akhirnya proposal saya jadi. Seratus empat halaman. Legaaaa ... Alhamdulillah ...

Teman-teman saya takjub luar biasa. Baru minggu lalu, mereka melihat saya menggerung, meraung, melenguh (hahaha...) mau berhenti kuliah. Eh seminggu kemudian ngumpulin proposal. Kata suami saya, benar-benar Jagoan Neon, hahahahaha Kalau lampunya sudah On, gak bisa berhenti .... Teman saya bilang mesin diesel, panasnya lama. Gak papa deh, apa pun julukannya pokoknya ngumpulin proposal, hahahaha ....

Senang ... Moral of the story is ... When it's time, it's time, don't worry too much. Enjoy your drama for once is not a sin ... :D Semangattt ....

Senin, 01 April 2013

SAYA dan kamu ...

Saya ini berbeda .... Mungkin klise, tapi saya memang beda. Dari kecil pikiran saya sudah berbeda sendiri. Tahun 80-90an, saat teman-teman saya senang main ke luar, ke cafe, jalan-jalan ke diskotik, nonton bioskop, saya lebih suka ditemani novel bejibun sambil makan. Sukaaaa sekali ....

Saya ini berbeda .... di saat semua orang langsing, kecil, mungil, singset, dan lain-lain itu, saya ini gemuk, kribo dan suka makan ... Saya sudah terbiasa mendengar julukan buntelan kentut, gajah bengkak, sarang tawon, dan lain-lain ... 

Apakah saat itu, saya tahu dan sadar saya berbeda??? Tentu tidak ... Hampir 2/3 hidup saya, saya habiskan mencapai standar normal dunia. Hampir 2/3 hidup saya, saya habiskan mencapai berat badan ideal, meluruskan rambut, mencari kesamaan dan bersembunyi dalam keseragaman di dunia.

Apakah saya bahagia??? Tidak ... Saya langsing, tapi tak bahagia. Rambut saya lurus tapi saya tak bahagia. Bahagia saya semu. Saya sedih, tapi saya tidak tahu saya sedih. Saya pikir saya telah menyenangkan siapa saja dengan menjadi serupa dengan yang diinginkan dunia. Tapi ternyata saya tidak ...

Saya belajar ... Saya berkembang ... Saya berproses menjadi saya ... Saya bertemu orang lain yang mendukung saya menjadi saya kembali. Saya sudah hampir buta dengan saya yang mendunia, tapi itu bukan saya yang saya ...

Saya ... Siapa saya?? 
Saya ... Makhluk Tuhan paling berharga dalam hidup saya, hanyalah saya

Saya menjadi saya saja sudah cukup ... Ketika menjadi saya, saya bisa membagikan diri saya pada kamu, dan kamu sekalian. Sayalah yang kalian dapatkan. Bukan lagi boneka serupa saya yang selama ini kalian kenal. Saya telah menjadi saya. Saya bangga pada diri saya ... Teman-teman berguguran, teman-teman penyuka boneka saya kesal, saya bukan saya yang dulu, saya sombong, saya berkembang menjauhi saya yang mendunia.

Hanya kamu, kamu tempat saya mengadu dan berbagi. 
Kamu yang mengintip awalnya dan membuka pintu menyegerakan saya masuk ke hatimu yang nyaman mengenal saya. Saya bahagia ... Saya menjadi saya ...

Saya, seutuhnya ... bergerak menjadi lebih menyaya ... Ditinggalkan, dituduh, dibuang, dilempar karena tidak seperti saya yang dunia inginkan. Tapi saya punya kamu ... Kamu yang tahu saya ... 

Terima kasih membiarkan saya menjadi saya. Semoga bersama saya, kamu menemukan kamu pula ...

Menjadi berbeda butuh keberanian ...
Saya berbeda ... Lalu kenapa?? Saya bangga ...


*didedikasikan untuk kamu, yang selalu ada ketika mereka mencoba meniadakan saya ...

Senin, 18 Februari 2013

Tukang Bully ...

Apa sih bullying ???? Kata yang baru di dalam kamus kita tapi sebenarnya sudah lama ada di realitas kita. Jaman saya lebih dikenal dengan kata gencet, ngospek, dll. Tapi sebenarnya bully lebih dari itu. Ada bully yang kasar dan ada bully yang halus. Itu menurut saya lho, jangan dijadikan landasan ilmiah. Bully kasar ya yang tadi saya sebutkan, nggencet junior, ngospek anak baru, yg model gitu masuk kategori bully kasar. Yang menarik dibicarakan adalah bully halus, kalo bahasa jadulnya ngenyek abis, hahahaha

Gayanya sih terkesan sophisticated
tapi perilakunya dan bercandanya sungguh rendahan, 
tanpa logika dan cetek

Itu yang saya sebut ciri-ciri tukang bully sejati. Pendidikan boleh tinggi, tapi pemikiran tetap gak ketolong, masih kalah sama pemikiran ponakan saya yang berusia 9 tahun. Jangankan mengandalkan pendidikan, mengandalkan etika saja payah total. Jadi, menurut saya tukang bully itu selalu berusaha menyembunyikan 'kerendahan'nya itu dengan perilaku dan image yang tampak seolah-olah sempurna, pakaian dan penampilan excellent plus gelar berderet atau posisi keren di sekolah, kampus, kantor, bahkan di dunia politik. Tapi seperti pepatah mengatakan, "sebaik-baiknya ikan busuk disimpan, baunya akan tercium juga" ... Jadi, sebaik-baiknya tukang bully, tetep ketahuan selera humor dan akademisnya produk rendahan.

Bagaimana bentuk dari bully halus?? 

Bully halus bersembunyi dalam humor, candaan dan celetukan yang seakan-akan mengandung kelucuan, namun di dalamnya mengandung makna dalam akan tindakan iri hati, dengki dan menjatuhkan pihak lain. Tak hanya itu, pihak lain yang dimaksud pun merasakan hal tersebut. Yang sangat lucu, kelucuan yang membungkus ternyata tidak lucu, karena alih-alih membuat orang tertawa malah membuat orang lain sakit hati atau tidak nyaman. Itulah bullying dan itulah cara si tukang bully beraksi.

Nah, orang model begini tidak akan pernah ... catat dua kali ... TIDAK AKAN PERNAH sadar atau tahu dirinya tukang bully bila tidak ada pihak lain yang memberi informasi. Bahkan, tukang bully sejati akan merasa ingin membully orang yang memberi info itu padanya. Intinya, si tukang bully tidak akan terima bahwa dirinya adalah tukang bully dan akan berusaha keras membully siapa pun yang mengatakan dia sebagai tukang bully. Ini bagus sekali, karena si tukang bully semakin membuka kedoknya sendiri dan tidak dapat mengontrol dirinya untuk semakin menunjukkan bahwa dia adalah tukang bully sejati. Jadi, kegiatan ini harus dilakukan secara langsung atau diwacanakan melalui pihak ketiga.

Bila kita sadar sepenuhnya yang dilakukan oleh si tukang bully, maka kita akan tertawa bahagia ketika si tukang bully kemudian membuka kedoknya sendiri. 

Bagaimana cara menghadapi si tukang bully?? Sungguh mudah, seperti juga menghadapi pesakitan lainnya, yang bisa dilakukan oleh orang awam seperti kita (yg bukan para ahli kejiwaan), adalah tidak menanggapi bullying yang dilakukan, tidak menganggap sejajar tukang bully (karena jelas lebih rendah dari kita) dan berperilaku lebih baik serta lebih beretika, karena hal yang tidak dimiliki si tukang bully adalah moral dan etika. Dengan beretika dan bermoral, jelas si tukang bully tidak akan berhasil menembus benteng pertahanan kita dengan etika dan moral wanna be yang dia junjung tinggi.

Jadi, di dalam hidup yang sehat, terdapat perilaku saling hormat-menghormati terhadap sesama yang sehat. So, fun life only happens when bullying is not on the menu ... Have a fun life ev'rybody ... 

*tulisan ini adalah sharing kecil agar semua pembaca waspada dengan sosok para tukang bully yang bersembunyi di balik topeng-topeng kehormatan. Semoga bermanfaat !!!

Selasa, 29 Januari 2013

Pahlawan Tanpa Tanda Jasa - Akademisi Genit

Guru ... Pahlawan tanpa tanda jasa ...

Apakah masih pantas ???

Sungguh menyedihkan perlakuan pendidik dan terhadap pendidik dewasa ini. Komodifikasi dalam hal apapun telah merusak guru. Industri pendidikan sungguh menyedihkan. Tidak perlulah membahas kode etik akademis, jika di antara para akademisi saja memahami kode etik saja sudah terbingkai oleh kapitalis.
Sungguh sedih ... 
para akademisi genit yang berhias pupur ... melacurkan diri mencari pelanggan memakai jasanya. Masihkah institusi pendidikan ada???? Institusi pendidikan, tonggak integritas, kemanakah larinya???

Sungguh sedih ... 
ketika ilmu telah diperjualbelikan. Ilmu yang karya kerja manusia, menjadi ilmu yang direndahkan, ilmu tanpa martabat bertebaran dimana-mana.


Sungguh sedih ... 
pahlawan tanpa tanda jasa, hanya menjadi sapi perahan ... saling mencerca satu dengan lainnya ... lupa terikat kode etik menghormati ilmu lainnya


Akademisi genit tertawa bangga ... 
bangga dengan keturunannya telah mengabdi pada kapitalis, bangga telah mencetak buruh pemuja kapitalis, bangga telah menyebarkan paham kapitalis ... bangga menjadi pahlawan palsu


Wahai akademisi genit ...  di balik pupur tebalmu, kau tak lain hanyalah seorang budak ... 
Masihkah pahlawan tanpa tanda jasa pantas disematkan di dadamu??

Wahai penghancur masa depan bangsa

Untuk para akademisi genit, yang merendahkan akademisi lainnya, yang merendahkan ilmu dan kerja manusia, merendahkan kehidupan, yang bersembunyi di balik gelar tak berkesudahan dan singgasana institusi pendidikan .... Pandangan hina dilemparkan pada anda yang terbuai dengan kesadaran palsu kuasa ...

Marah nih yeeeeeeeee ....... Hahahahahahahha ... Just have a fun life ev'rybody ... Being angry is wonderful sometimes ... Feel it and be alive ...